Minggu, 18 Desember 2011

Hujan


Aku begitu mencintai hujan, karena ada bahagia setiap kali menatapnya. Derainya yang syahdu adalah musik yang menentramkan jiwaku.
Hujan begitu magis bagiku...aku bisa menari mengikuti gemulainya, bernyanyi menghasilkan simfoni lalu berlari memeluk hujan dan kemudian menangis. Tak ada seorangpun yang tahu aku menangis dalam hujan. Bahkan ketika hujan itu reda aku akan mencium wangi tanah yang begitu nikmat.Adakah yang lebih bahagia dari semua itu?lebih menentramkan jiwa yang gelisah?
Ketika hujan tak kunjung datang, rindunya seperti  merindukan kekasih. Rindunya akan terasa sampai ubun-ubun. Andai hujan itu dijual, aku akan membelinya setiap hari, setiap saat...setiap jiwaku ingin disirami kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar